Main Menu

Toean R.P. Zainal Fatah Notoadikoesoemo

[Koran Pewarta Perniagaan 26 Januari 2603]

Boepati Pamekasan jang baroe.

Seperti telah diberitakan, Boepati Pamekasan toean R. A. A. Abdul Aziz pada tg. 4 Djanoeari ’03 telah ditahan dalam pendjara Pamekasan dan dipetjat dari djabatannja.

Tindakan ini didjalankan karena kenjataan toean tsb. menggelapkan oeang dan barang-barang kepoenjaan Negeri.

Menoeroet berita, sebagai Boepati Pamekasan jang baroe telah diangkat Patih Soemenep, toean R. P. Zainal Fatah Notoadikoesoemo, pada tg. 5 Djanoeari ’03 dan oepatjara telah dilakoekan pada hari tg 18 Djanoeari ’03 di Kaboepaten Pamekasan.

Dibawah ini ,,Domei” moeatkan riwajat singkat dari Boepati jang baroe itoe.

Toean R. P. Zainal Fatah Notoadikoenoemo, Boepati Pamekasan jang sekarang, adalah poetera dari R. A. Pratamingkoesoemo (R. A. Tjokrowinoto) pensioenan Wedana Manding Soemenep, toeroenan keempat dari Pangeran Tjakraningrat I Sultan Bangkalan, dilahirkan pada tg. 3 Oktober 2557 di kota Pamekasan.

Seloeloes dari OSVIA Probolinggo laloe dipekerdjakan sebagai c.l.b.a. di Tanahmerah Bangkalan, dan pada boelan Djanoeari 2579 dipindahkan kekota Bangkalan, 6 boelan lamanja laloe dipindahkan lagi ke Marengan Soemenep. Pada boelan Maart 2580 diangkat djadi Menteri Poelisi kota Pamekasan 7 boelan lamanja laloe diangkat ajadi Asisten Wedana Omben Sampang. Pada boelan Desember 2586 diterima masoek kesekolah bestoer di Djakarta, jang pada waktoe itoe bertepatan dengan terdjadinja hoeroe hara pemberontakan. Beliau dipekerdjakan sebagai Djaksa loear biasa ditempatkan di Tanggerang dengan dipasrahi menjiasati kegentingan itoe, hingga kekaloetan ditempat tsb. dalam waktoe jang pendek linjap dan karena ini beliau mendapat piagam tanda terima kasih istimea dari Goepernoer Djenderal.

Pada boelan Maart 2593, seloeloes dari sekolah terseboet diatas, laloe diangkat djadi Wedana Kraksan, angkatan mana diterima selagi beliau dalam sekolah. Akan tetapi itoe tak sampai didoedoeki. Pada boelan April seboelan kemoedian dipindahkan lagi ke Wonosari Bondowoso, bertepatan poela dengan timboelnja gerakan Serikat Romo ditempat tsb, jang mengadakan hoeroe hara dan pemberontakan menentang kekoeasaan Pemerintah Belanda dibawah pimpinan seorang Kijai jang terkenal dengan gelaran Ratoe Timboel. Dalam waktoe jang singkat kekoesoetan itoe dapat diselesakan dengan saksama dan tenang.

Pada boelan Djanoeari 2593 djadi Wedana Loemadjang, dan pada boelan Mei 2594 dipindahkan lagi ke Klakah (Loemadjang), bertepatan poela dengan terdjadinje hoeroe hara pemboenoehan dan perkosaan besar dan kedjam dionderneming Soemberbopong, jang atas ketjakapan dan ketadjamannja berhasil menjingkapkan rahasia pendjahat itoe, jang ternjata dilakoekan oleh seorang bangsa Belanda nama T. Mont.

Pada boelan April 2595 dipindahkan djadi Wedana kota Soemenep dan menghadapi oedara kegentingan soal pembelian pegaraman rakjat, berikoet pemindahan 29.000 koeboeran dan doea kampoeng. Kegentingan itoe dengan segera dapat dipadamkan dengan tak mendatangkan akibat jang tidak diinginkan. Karena djasa terseboet beliau mendapat piagam tanda terima kasih istimewa dari Goepernoer Djawa Timoer.

Pada boelan September 2598 dipindahkan djadi Wedana kota Sampang. Pada boelan Mei 2599 diangkat djadi Patih Soemenep, dan pada tg. 5 Djanoeari 2063 diangkat djadi Boepati Pamekasan. (,,Domei”).



« (Previous News)



Comments are Closed

Translate »
You cannot copy content of this page