Main Menu

Protes Residen Bogor Mr. Soepangkat

[Koran Merdeka 31 Mei 1947]

BOGOR, 29-5 (Antara)

ProteS jang dikirimkan Residen Bogor Mr. Soepangkat, pada tg 27-5 kepada Kolonel Thompson , komandan tentera pendoedoekan Belanda di Bogor, menoentoet soepaja diambil tindakan terhadap orang jang tidak bertanggoeng-djawab, dan dikembalikan Bogor kepada keadaan sebagai pada tg. 22 Mei 1947.

Protes itoe lengkapnja sbb.:

Berhoeboeng dengan kedjadian kedjadian dibelakangan hari ini, jang disebabkan oleh tindakan tindakan sewenang2 dari segerombolan orang dibawah pimpinan beberapa orang anggota partai rakjat Pasoendan terhadap:

1. diri kami dengan pertjobaan oentoek mengambil kami dengan paksa dari roemah kediaman kami pada hari Djoem’at tg 22 boelan Mei 1947, poekoel tiga malam;

2. diri Boepati Bogor jang dibawa dengan paksa oleh mereka pada hari dan waktoe sebagai terseboet diataa;

3. diri H. Hariri Djajadiningrat, adjoen sekretaris kaboepaten Bogor jang poela dibawa dengan paksa oleh mereka pada hari dan waktoe terseboet diatas;

4 kantor2 Repoeblik dikota ini, jang pada hari Djoem’at tanggal 23 boelan Mei 1947, moelai djam lima pagi di djaga dan diambil koentjinja, sedangkan kepada pegawai2 jang datang masoek kantor, dilarangnja oentoek memasoekinja;

Kami, Mr. R. Soepangkat, Residen Repoeblik Indonesia daerah Bogor, memprotes sekeras2nja perboeatan2 gerombolan2 orang2 terseboet diatas, dengan penoeh pengharapan dan kepertjajaan atas kebidjaksanaan padoeka Toean sebagai kekoesaan militer tertinggi dalam daerah ini oentoek mengambil tindakan terhadap kepada orang2 jang tidak bertanggoeng djawab ini.

Desas desoes terdengar bahwa beberapa pemimpin jg. saja maksoed diatas, mengatakan mereka berboeat demikian atas nama golongan bangsa Soenda.

Dengan tidak mempersoalkan apakah oetjapan ini berdasarkan atas kenjataan, kami berpendapat bahwa tjara mereka bertindak, adalah:

le bertentangan dengan azas2 demokrasi oemoemaja;

2e bertentangan choesoesnja dengan persetoedjoean Linggardjati jang pada azasja dalam segala mas’alah jang timboel mengoetarakan pemetjahan soal2 dengan djalan peroendingan dan dengan tjara jang damai.

Olah karena itoe maka kami mohon dengan sangat agar kantor Repoeblik jang berhoeboeng dengan peristiwa terseboet diatas, atas perintah Padoeka Toaan sedjak tanggal 27 boelan Mei 1947 ini, hendak didjalankan atas pimpinan Belanda dikembalikan kepada keadaan sebagai pada tanggal 22 boelan Mel 1947.

Permintaan kami ini berdasarkan atas kenjataan, bahwa pemerintah Belanda telah mengakoei kekoeasaan de facto Repoeblik. Sedangkan poela soedah satoe boelan bertoeroet2 kami, atas nama pemerintah kami sedang mendjalankan peroendingan tentang pengembalian pemerintah Repoeblik didalam daerah Bagor dengan Padoeka Toean, tentang pengembalian mana poen pada azasnja telah ada persetoedjoean antara pihak Indonesia dan Belanda.



« (Previous News)
(Next News) »



Comments are Closed

Translate »
You cannot copy content of this page