Main Menu

Penoekaran tawanan.

[Koran Soeloeh Ra’jat 25 Januari 1947]

Djakarta 25 Djan. (Aneta).

Antara mewartakan berhoeboeng dengan oesoelnja delegasi Belanda pasal penoekaran tawanan militer dan politik, maka di Djokja telah diambil tindakan goena memerdekakan 130 orang tawanan politik dari Soerabaia.

Selandjoetnja diadakan djoega tindakan goena mengangkoet kaoem pengoengsi dari Madoera, sebab Soerabaia tidak dapat menerima lebih banjak orang dari 15.000. Sebagai hasilnja peroendingan tentang ini, maka 200 soedah orang tawanan dilepaskan dari pendjara2 di Djakarta.

Pokrol Djenderal R.I. Kartawinata menerangkan pada delegasi Belanda (kapt. van de Wall Bake dan toean A. Bos), bahwa so’al penoekaran tawanan ini sangat diperhatikan oleh pemerintah R.I.

Djikalau beloem dapat diselenggarakan dengan lantjar, ialah sebab pihak Belanda katanja masih beragressie.

So’al akan diselenggarakan menoeroet wet internasional.

Didalam seboeah pers-konperensi, maka pihak Belanda, kata toean Kartawinata, telah membawa seboeah daftar pandjang memoeat nama2 orang jang hilang, serta didoega berada ditangannja R.I., akan tetapi menoeroet katanja setelah diperiksa kebanjakan diantaranja telah mengoengsi dengan Apwi.






Comments are Closed

Translate »
You cannot copy content of this page