Main Menu

“Civil Affair Agreement”

[Koran Ra’jat 12 Nopember 1946]

PERDJANDJIAN ANTARA PEMERINTAH INGGRIS DENGAN PEMERINTAH BELANDA TENTANG TJARA MENGEMBALIKAN KEKOEASAAN BELANDA DI “HINDIA-BELANDA”.

BAROE2 ini telah dioemoemkan oleh Pemerintah jang dikepalai oleh Dr. HJ. v. Mook satoe perdjandjian antara Pemerintah Keradjaan Inggris dengan Pemerintah Keradjaan Belanda, berhoeboeng dengan kerdjasama antara tentera Inggris dengan Pemerintah “Hindla-Belanda” tentang mengembalikan daerah “Hindia-Belanda” kepada Pemerintahnja.

Perdjandjian ini diboeat antara kedoea Keradjaan dan bertanggal 24 Agoestoes 1945, djadi seminggoe sesoedah bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannja ke seloeroeh doenia. Ketika itoe di seloeroeh Indonesia, jaitoe daerah Hindia Belanda almarhoem, soedah koerang lebih 3 1/2 th, lamanja tidak dikenal Pemerintah “Hindia Belanda”, bagiannja, pegawainja atau apa djoeapoen jg. dapat dipersangkoetkan dengan almarhoem Pemerintah ini.

Dapat dengan tegas dikatakan bahwa perdjandjian ini disetoedjoei oleh Pemerintah Inggris atas dasar keterangan2 jang tidak lagi didasarkan atas kenjataan2 sedjarah jang njata dalam daerah jang diperdjandjikan ketika itoe. Djadi dasar perdjandjian itoe adalah keterangan2 teoretis jang sekali-kali tidak memenoehi toentoetan masa, dan seolah-olah daerah “Hindia Belanda” tidak didiami oleh sesoeatoe bangsa jang mempoenjai kodrat rochani dan djasmani oentoek menoentoet dan mempertahankan hak kemanoesiaannja.

Pasal 2 perdjandjian itoe antara mana mengatakan:

Haroes dikemoekakan, bahwa pegawai2 Nica mempoenjai penoeh kekoeasaan oentoek mengambil segala tindakan jg. perloe. Pengerahan tenaga pekerdja sipil, peroemahan dan persediaan, pemakaian tanah, gedoeng2, alat2 pengangkoet dan lain2 jang diboetoehkan menoeroet pendapat panglima besar Serikat oentoek keperloean militer, dimana sadja akan dilakoekan dengan perantaraan pegawai2 Pemerintah Hindia-Belanda dan sesoeai dengan oendang2 Hindia-Belanda.

Didapat persetoedjoean bahwa Pemerintah Hindia-Belanda setjepat moengkin akan menerima kembali tanggoeng-djawab atas pemerintahan sipil didaerah Hindia-Belanda. Setjepat2nja dan sepandjang diperbolehkan oleh keadaan militer, panglima besar Serikat akan memberitahoekan kepada letnan goebernoer-djendral tentang batas2 pertanggoeng-djawaban dalam hal pemerintahan sipil terseboet.

Bagaimana akibatnja jang sangat menjedihkan dari perdjandjian jang tidak didasarkan atas kenjataan itoe, soedah lebih setahoen lamanja disaksikan oleh doenia beradab. Beriboe pahlawan tentera Inggris jang semestinja ditanah airnja masing2 memenoehi kewadjibandja membagoen Noesa dan Bangsanja, telah menemoei adjalnja di Indonesia. Tidak sedikit poetra Indonesia telah tiwas, baik sebagai serdadoe oepahan dalam tentara bangsa asing, maoepoen sebagai pahlawan kemerdekaan tanah airnja, Indonesia. Bagaimana besarnja keroegian kebendaan beloem dapat ditaksir. Daerah jang telah diserahkan kebawah kekoeasaan Pemerintahan “Hindia Belanda” beloem mengetjap kemakmoeran atau kesenangan. Pembangoenan jang soedah dimoelai dalam daerah Repoeblik sambil berdjoeang mempertahankan kemerdekaan menderita segala pengepoengan angkatan laoet Belanda, tidak dapat didjalankan sebagaimana mestinja. Perdagangan internasional selama ini terhalang, sedangkan bahan2 jang diboetoeh oleh Amerika, Inggris, Australia dll. bertoempoek-toempoek menanti kesempatan dapat dikirim. Hasil pabrik doenia terpisah dari koerang lebih 50.000.000 djiwa konsoemen sangat memboetoehkannja poela.

Tidakkah soedah pada waktoenja doenia insjaf akan kekaloetan internasional jang soedah ditimboelkan oleh perdjandjian jang tidak didasarkan atas kenjataan?



(Next News) »



Comments are Closed

Translate »
You cannot copy content of this page