Main Menu

Bestuursconferentie.

[Koran Bin Seng 22 Pebruari 1922]

Dalem conferentie bestuur kemaren ada dioeroes perkara probahan politie, pergerakan politiek Java, dan asilnja ontvoogding (perlepasan wali) dan angkatan regent, berhoeboeng dengen ontvoogding. Dalem oeroesan paling blakang, ditoeroet atoeran hak toeroenan.

Oemoemnja, di pandang prabotnja politie ada tjoekoep boeat adaken veldpolitie, jang dipoedji pakerdjaannja dan dinjataken ada banjak membantoe, hingga keamanan di Java djadi lebi baek. Hal ambil over pakerdjaannja veldpolitie oleh balatentara, dipandang tida perloe, selaennja djika ada perkara loewar biasa jang mengganggoe keamanan.

Keadaan politiek di Java di pandang ada bagoes. Pergerakan Boemipoetra diseboet ada berdasar pada kebangsaan. Lantaran itoe djoega pergerakan begitoe tida membikin koewatir, asal sadja dipimpin ka djalan jang bener.

Hal oeroesan ontvoogding, di njataken jang ini ada bergantoeng pada tabeatnja ambtenaar-ambtenaar Boemipoetra. Ada dipoedjiken, soepaja didjalanken teroes itoe atoeran, dan moesti diperhatiken apa jang soeda terdjadi.

Oemoemnja, ada dinjataken setoedjoe dengen politiek jang sebagitoe djaoe didjalanken oleh Pamerenta, jang boekan sadja soeda toeroet atoeran toeroenan, tapi ada memboeka djalan pada marika, jang boekan djadi toeroenan regent, tapi mempoenjai tjoekoep kepandean, boeat dapetken titel regent.

Dalem itoe persidangan ada berhadlir G. G., anggota-anggota Raad van Indie, Legercommandant, Voorszitter Volksraad, Algemeene Secretaris. Directeur B. B. toean Muurling, waarnemend adviseur boeat oeroesan Boemipoera, Procureur Generaal, toean Neytzel de Wilde, dan semoea resident di Java.

Ini malem, di astana di Rijswijk aken diadaken perdjamoean besar.

Tanggal 28 ini boelan, conferentie begitoe nanti dibikin dengen resident-resident dan gouverneurs dari tana sebrang. Besok aken dibikin conferentie di antara directeur B.B. dan resident-resident di Java.



(Next News) »



Comments are Closed

Translate »
You cannot copy content of this page