Main Menu

Bertjakap-tjakap dengan njonja dan toean Mr. Iwa Koesoema Soemantri.

[Koran Pewarta Deli 3 April 1941]

(Oleh: Pembantoe Antara)

Pada hari Djoemat tgl. 14 Maart 1941 telah sampai di Makassar, njonja dan toean Mr. Iwa Koesoemasoemantri beserta anak2 beliau. Sebagai telah dioemoemkan, dengan besluit Pemerintah, tempat pengasingan beliau telah dipindahkan dari Banda Neira ke Makassar.

Selakoe memberi selamat datang dan djoega oentoek bertjakap2, kita sebagai pembantoe ,,Antara” soedah perloekan mengoendjoengi beliau, ketempat beliau menoempang. Kebetoelan ketika kita sampai disitoe Mr. Soemanteri tidak ada, karena belau sedang berkoendjoeng kekantor H.P.B.; dan kita bertjakap2 sebentar dengan njonja beliau.

Kita disamboet dgn gembira dan ramah.

Kia bertanja: Selama dalam pelajaran dari Banda kesini, adalah njonja sefamilie dalam keadan baik sadja?

Njonja S: Moedah2an ada dalam selamat saja, toean. Terima kasih. Diwaktoe jg satoe minggoe dikapal itoe, sjoekoer saja tidak pernah maboek laoet.

Kita: Bagaimana pendapat njonja tentang oedara di Banda?

Njonja S. Boeat kami, ja baik djoega, terboekti kami disitoe, teroetama anak anak djarang sakit. Tjoema disitoe banjak saja lihat orang jg berpenjakit lepra jg bergelandangan sadja dimana mana.

Selain itoe, oedara poelau Banda jg banjak angin, gampang menjebabkan orang dapat penjakit rheumatiek.

Kita: Ada berapa orang anak Njonja ?

Njonja S.: Ada empat orang, semoea lahir di Banda. Jg toea perempoean, beroemoer kira2 10 tahoen dan jg moeda sekali djoega perempoean, beroemoer kira2 setahoen.

Kita: Soedah beberapa orang anak2 jg bersekolah?

Njonja S.: Jg 3 orang soedah disekolahkan, tetapi boekan disoeroeh kesekolah, melainkan kami adjar sendiri diroemah, jaitoe oleh saja dan bapaknja.

Kita: Tidak adakah sekolah di Banda, Njonja ?

Njonja S.: Ada seboeah sekolah Belanda disitoe, tetapi kami rasa lebih baik anak kami, kami didik sendiri sadja diroemah. Peladjaraanja diroemah kami atoer kira2 setingkat dgn peladjaran disekolah, bahkan kami pertjepat sedikit, jaitoe stof oentoek klas 5 oempamanja soedah kami berikan sebagian dikelas 4.

Kita: Saja dengar anak2 ini berbitjara boekan bahasa Indonesia (Melajoe) Apa itoe barangkali bahasa Banda Neira ?

Njonja S.: Benar begitoe. Mereka berbitjara lantjar bahasa Indonesia hari2 diroemah atau poen diloear.

Mamak dan bapaknja poen soedah bisa poela berbitjara Banda itoe dgn lantjar.

Kita: Berbeda djaoehkah djoega Banda, karena hari2 dipakai bahasa Banda dari bahasa Indonesia oemoem ?

Njonja S.: Sebenarnja bahasa Banda itoe adalah dialect bahasa Indonesia oemoem.

Kita: Berdekatankah roemah Njonja dgn roemahnja t. Hatta dan t. Sjahrir ? Dan apa kabar kedoea toean2 itoe?

Njonja S.: Berdekatan djoega. Dan kami selaloe dapat bergaoel. Toean2 itoe ada baik sadja.

Sampai disini pembitjaraan kami habisi, karena Mr. Soemantri telah kembali dari kantor H.P.B. Tetapi karena toean Soemantri masih lelah, maksoed kita oentoek bertjakap2 teroes kita oeroengkan sampai sorenja.

Sorenja kita kembali.

Jang lebih doeloe kita tanjakan, jaitoe soedah berapa lama beliau di Banda Neira dan bagaimana keadaan beliau dilempat itoe.

Mr. S.: Saja sampai di Banda Neira pada permoelaan boelan Augustus 1930. Djadi sampai dipindahkan ini, soedah 10 tahoen 7 boelan lamanja saja dipoelau jang soenji itoe. Sebeloemnja itoe saja di Medan telah ditahan doeloe, kira satoe tahoen lamanja. Selama di Banda, saja ada baik2 sadja.

Kita: Besluit toean boeat pindah ke Makassar ini, apakah terdjadi karena diminta atau datang sendiri ?

Mr. S.: Saja tidak memasoekkan rekest oentoek itoe, tetapi boeat dikatakan datang sendiri sadja, djoega tidak. Karena sebenarnja iboe saja jg telah toea, ada memasoekkan rekest kepada pemerintah, meminta soepaja pemerintah soedi mempertimbangkan nasib anaknja dipengasingan dan meminta sebisa bisanja dikembalikan poelang.

Terdjadinja hal itoe semata mata atas kehendak iboe saja sadja, jg sekarang berada di Tjiamis dinegeri sendiri.

Kita: Bagaimana pendapatan toean2 Hatta dan Sjahrir tentang kepindahan toean kesini ?

Mr. S.: Itoe saja tidak tahoe, tjoema mereka gembira djoega melepas kami berangkat.

Akan tetapi moengkin djoega mereka mengira dalam hatinja, bahwa Makassar ini adalah sebagai djembatan dari geinterneerden boeat teroes dikembalikan ke Java, sebagai jg telah terdjadi dgn Dr. Tjipto.

Saja berpendapatan, ada perbedaan sedikit antara saja ke Makassar ini dgn Dr. Tjipto kesini doeloe. Beliau doeloe datang ke Makassar karena dapat verlof, berhoeboeng sakit, soedah itoe tidak lama kemoedian besluit beliau datang menjatakan beliau dipoelangkan dari Banda ke Java, sedang saja sekarang ke Makassar adalah karena dipindahkan dari Banda.

Kita: Adakah perdjandjian2 jg dimadjoekan kepada toean sebeloem toean dibolehkan pindah kesini ?

Mr. S.: Tidak ada sama sekali.

Kita: Adakah djoega kira2nja keinginan toean2 Hatta dan Sjahrir oentoek dipindahkan dari Banda itoe?

Mr. S.: Perkara keinginan, siapa tidakkan ada. Tiap2 orang tentoe ingin kembali kenegeri sendiri dan kelingkoengan familie. Tjoema dapat dan tidaknja, itoe terserah kepada pertimbangan Pemerintah. Jang saja sendiri dipindahkan ini boleh djadi djoega karena Pemerintah menimbang soedah waktoenja saja ditjaboet dari Banda, pertama karena saja soedah lama benar disitoe, kedoea karena saja tidak terikat sesoeatoe partaipoen. Tetapi ada jg menarik perhatian saja, jaitoe ketika saja berbitjara dgn Resident Ambon waktoe datang menghadap dalam perdjalanan ini, Resident ada djoega menanjakan tentang toean2 Hatta dan Sjahrir, jakni: adakah kedoea toean2 itoe sehat2 sadja. Di Makassar ini saja djoega mendapat pertanjaan jg seperti itoe dari salah seorang pegawai Pemerintah jg saja telah datangi.

Dgn ini seolah2 saja mendapat bajangan, bahwa kedoea toean2 itoe moengkin akan dapat giliran poela seperti saja. Ini hanja kira2an saja sadja.

Kita: Selama t. di Banda, kita sedikit sekali mendengar tentang toean, seperti jg beroepa karangan2 toean di koran2. Jg sering kita djoempai dikoran2, jaitoe karangan Hatta, boekoe2 poen banjak jg beliau hasilkan.

Mr. S.: Sebenarnja waktoe saja boleh dikatakan tidak terloeang, makloemlah soedah ada anak dan beroemah tangga, poen karena mengadjar anak2 diroemah. Selain dari itoe selama kira2 10 thn lebih itoe saja asjik mempeladjari agama Islam dan bahasa Arab, berikoet dgn Tauhid dan Fikhnja.

Alchamdoelillah, soedah dapat djoega saja sekarang membatja dan memahamkan boekoe2 agama dan koran dlm bahasa Arab.

Djika orang berbahasa Arab, mengerti djoega saja mendengarnja. Itoelah hasil studie saja dalam ilmoe tsb. Oentoek mengarang boekoe2 pengetahoean ada djoega sebenarnja saja oesahakan, tetapi sampai kini beloem selesai dan masih saja kerdjakan teroes.

Ada doea matjam boekoe, jg pertama mengenai riwajat dan kedoea mengenai ilmoe kehakiman. Moedah2an di Makassar ini dapat saja teroeskan.

Kita: Bagaimana pemandangan toean tentang toentoetan Gapi kini, terhadap adanja Parlement Indonesia?

Mr. S.: Sebenarnja saja beloem mempeladjari betoel2 tentang Gapi dgn toentoetannja. Tjoema ketika hendak bertolak dari Banda baroe2 ini, kebetoelan ada saja batja boenji Memorandam Gapi itoe di „Nationale Commentaren”.

Soeatoe kemadjoean jg ada kelihatan, walaupoen tidak begitoe besar artinja, jaitoe adanja kemaoean Comm. Visman mendengarkan kehendak Gapi.

Tetapi saja kira, waloepun Gapi tidak memadjoekan toentoetannja itoe, pemerintah moengkin akan mengadakan perobahan2 djoega, sebab soedah waktoenja. Apa lagi Pemerintah pernah menjatakan, karena disebabkan peperangan ini, akan datang perobahan2 besar, djoega di Indonesia.

Kita: Apakah toean di Banda dikirim koran2 gratis dari penerbit koran bangsa kita?

Mr.S: Ada djoega beberapa dan oentoek itoe saja tentoe berterima kasih.

Kita: Apakah toean dibolehkan di Makassar ini mendjalankan praktijk sebagai advocat, dan kalau boleh, apakah toean ada niatan oentoek itoe?

Mr.S: Larangan memboeka praktijk setahoe saja tidak ada. Tjoema bagi saja oentoek memboeka praktijk lagi dengan segera ada sedikit soesah, makloemlah soedah lebih dari sepoeloeh tahoen tidak pernah lagi mendjalankannja.

Sampai disini pembitjaraan kita habisi. Dengan mengoetjap terima kasih kita meninggalkan tempat beliau.

Perloe diterangkan, bahwa Mr. Iwa Koesoema Soemantri, kelihatan sehat, moekanja berseri2 dan dalam berbitjara gembira.

Sedikit riwajat hidoep Mr. Iwa Koesoemasoemantri.

Kita minta kepada beliau, soedikah beliau memberikan riwajat hidoepnja [biographie] jg compleet, oentoek kepentingan Documen tatiebureau ,,Antara“ beliau mendjawab, bahwa oentoek maksoed tsb beliau memandang beloem waktoenja, tegasnja beloem masanja kini beliau hendak mentjeriterakan biographienja. Penolakan dan alasan ini pernah beliau njatakan poela kepada ,,Penjiaran Ilmoe” Fort de Kock jg djoega meminta biographie beliau. Begitoe poela toean2 Drs. Hatta dan Sjahrir serta Dr. Tjipto, berpendirian demikian. Tjoema boeat riwajat hidoep jg ringkas dan sepintas laloe M. Soemantri tidak keberatan memberikannja, jaitoe sebagai berikoet:

Mr. Iwa Koesoemasoemantri dilahirkan di Tjiamis pada tahoen 1898.

Masoek 1e Inlandsche School (sekolah Belanda matjam doeloe). Setammat disitoe masoek Voorbereidende afdeeling dari Osvia Bandoeng sampai kelas 1 di Osvia. Dari sini pindah ke Rechtsschool (sekolah hakim doeloe) di Betawi dan tammat dari sekolah ini pada tahoen 1921.

Sesoedahnja laloe bekerdja kira2 setahoen lamanja sebagai ambtenaar rendah di Landraad Bandoeng, Raad van Justitie Soerabaja dan Raad van Justitie Batavia.

Pada tahoen 1922 beliau melandjoetkan peladjarannja ke Eropah, dengan ongkos sendiri, beladjar di Leiden dalam ilmoe Hoekoem.

Tahoen 1927, poelang ke Java, dan boeat sementara beliau bekerdja dikantoor Mr. Sartono dan Mr. Iskaq di Betawi.

Tak lama sesoedah itoe beliau memboeka praktijk sendiri sebagai advocaat di Medan. Praktijk beliau madjoe.

Boelan Juni 1929 beliau ditahan dalam toetoepan Medan dan setahoen kemoedian beliau diasingkan kepoelau Banda.

Sekian riwajat singkat dari Mr. Iwa Koesoemasoemantri.



(Next News) »



Comments are Closed

Translate »
You cannot copy content of this page