Main Menu

Actienja saorang Mandoer strapan.

[Koran Andalas 8 Nopember 1923]

Pada hari 3 dezer djam 4 stengah berbetoelan kita lagi naik lereng hendak menoedjoe ke pekan Brandan, sesampenja kita di djalan Radja percies di moeka gedong Brandan Bioscoop, keliatan satoe rombongan orang strapan lagi tarik menarik roempoet di mana parit antara djalan besar itoe.

Roepanja itoe rombongan orang hoekoeman ada di bawa prenta saorang politie dinaar bersendjata en saorang mandoer Djawa, roepanja badan tegap, kira kira tinggi badan 160 c. m. lebih koerang, moekanja hitam berkilat, serta bermise lebat, dan tangannja kanan pegang tjamboek, djoega pakei gelang akar bahar.

Pendeknja seperti panglima perang jang gagah perkasalah roepanja.

Amat terkedjoet en gempar hati kita meliat actienja si mandoer strapan lebih lebih dari pada toean Controleur. Entah apa pasal itoe mandoer naek kepala angin lantas maen tjamboek serta memberi ketoepat pedes sikoetnja tenaga kepada otang strapan itoe, hampir hampir semoeanja mendapat persenan poekoelan tjamboek. Kita amat kasian en sedih meliatkan perboeatan si mandoer itoe.

Djika sebaliknja terdjadi atas dirinja mandoer seroepa itoe orang strapan, apa senang rasa dirinja diperboeat begitoe ? Kita pikir tentoe tidak.

Toch mandoer djoega satoe bangsa manoesia ea itoe orang strapan idem djoega ?

Apa patoet mandoer poeaskan hati kepadanja ?

Ach itoe lebin tidak patoet dipandang bangsanja.

Djoega Magistraat telah djatoehkan hoekoeman badan pada mereka orang strapan dengan bekerdja paksa sama Guvernement, soedehlah tjoekoep pembalas dosanja.

Apa goena lagi si mandoer maen poekoel en labrak sama orang strapan di tengah madjelis ?

Oentoeng itoe orang tidak melawan, kalau datang gelap mata apa rasanja di atas dirinja kang mandoer ?

Kita pikir tentoe tidak bisa djadi akan dapat bintang djengkol dimatanja.

Apa kala itoe orang strapan ada berfamilie salah satoe orang jang laloe lintas di djalanan itoe, tentoelah orang itoe tidak tinggal diam diam sadja meliat kelakoean kang mandoer, natuurlyk tentoe segra dia memvoorstel pengadoeannja kepada jang berwadjib.

Memang wet Gouveroement ada teratoer rapi en baek dan adil.

Tetapi kita harap jang berwadjib perhatikan dengan teliti, soepaja djangan mandoer strapan melakoekan kehendaknja menoeroet hawa napsoenja belaka.

Kita ada tahoe memang kang mandoer sekali kali tidak boleh lantjangkan tangan sama dirinja orang hoekoeman itoe.

Toch kandjeng Gouvernement piara en memberi gadji sama kang mandoer boeat djaga orang setrapan, Gouvernement tidak soeroeh kang mandoer poekoel orang.

Sebab boekan satoe of doea kali terdjadi perboeatan kedjam en boeas itoe di moeka madjelis, boleh dikata sering.

Djoega perna terdjadi sematjam kelakoean di salah satoe kantoor berkoeasa siapa itoe pegawei belakang hari baroe kita toendjoekan namanja, sekiranja tabiat mereka berlakoe teroes.

Maar kita ini ada manoesia, boekan binatang, tidak moestinja maen poekoel.

Apa ini djamen Keizer Niro?

Awas di Brandan siapa berlakoe boeas en kedjam moesti tahoe diri kalau tidak pastilah kita tida loepoet membrikan pena wadja kita kedadanja dengan gandjaran stimpal, soepaja mata mareka mendjadi mendelik en melotot.



(Next News) »



Comments are Closed

Translate »
You cannot copy content of this page